Ketentuan dan Aturan Aqiqah yang Sesuai Hukum Syariat Islam (Hadist)

Ketentuan dan aturan aqiqah anak yang sesuai hukum syariat Islam (Hadist) merupakan hal yang perlu diketahui bagi setiap muslim. Aqiqah adalah ungkapan syukur atas kelahiran bayi laki-laki atau perempuan. Ketentuan aqiqah tersebut meliputi waktu pelaksanaan aqiqah, syarat hewan kambing aqiqah, dan hukum aqiqah berlandaskan hadist shahih. Pada artikel ini kami coba membahas beberapa hal tersebut. Harapannya adalah orangtua yang akan melaksanakan aqiqah untuk anaknya baik, laki-laki maupun perempuan tidak salah langkah. Selain itu kami juga berikan rekomendasi layanan jasa aqiqah yang terbaik disini untuk anda.

Ketentuan dan Aturan Aqiqah yang Sesuai Hukum Syariat Islam (Hadist)

Ketentuan Waktu Aqiqah

Memahami ketentuan aturan aqiqah yang sesuai dengan syariat Islam tentunya perlu anda ketahui untuk memudahkan pelaksanan aqiqah bagi putra putri anda. Aqiqah merupakan salah satu rangkaian yang bisa dikatakan sebuah ibadah kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya memberikan buah hati bagi pasangan yang telah menikah. Perwujudan rasa syukur kepada Allah dan sebagai ungkapan bahagia ini dianjurkan untuk dibagi kepada sesama manusia. Bagi seluruh umat Islam, caranya adalah dengan melaksanakan sebuah acara yang disebut dengan aqiqah.

Ketentuan dan aturan aqiqah yang pertama adalah berkaitan dengan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan aqiqah ini biasanya dilakukan dengan menyembelih hewan pada hari ke-7 kelahiran bayi. Banyak dalil hadist shahih yang menjelaskan bahwa waktu yang utama untuk melaksanakan aqiqah adalah di hari ke-7. Ada ketentuan pelaksanaan aqiqah ini dilakukan saat bayi berumur 7 hari, 14 hari, atau 21 hari. Namun bila sampai hari pelaksanaan itu orang tua juga belum mampu untuk melaksanakan aqiqah, maka pelaksanaannya pun bisa ditunda hingga mampu. Namun demikian, hadist yang menyebutkan bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari kelipatan 7 dan hari lainnya, misal hari ke-14, hari ke-21, hari ke-40 derajat hadistnya lemah. Perlu diingat kembali hukum aqiqah adalah sunnah muakad (pendapat jumhur ulama).

Syarat kambing akikah

Adapun hewan aqiqah yang disembelih merupakan hewan kambing, gibas atau domba. Untuk jenis kelaminnya, mayoritas alim ulama tidak ada perbedaan pendapat. Apakah kambing jantan atau kambing betina boleh dijadikan sebagai hewan sembelihan untuk acara aqiqah.

Untuk syarat khusus seperti umur, bobot atau berat kambing, kondisi cacat, dan harga kambing tidak ada dalil khusus berdasarkan hadist yang menjelaskan secara rinci. Para ulama merujuk kepada syarat hewan untuk ibadah qurban.

Berapa Jumlah Kambing Aqiqah

Untuk melaksanakan aqiqah ini juga diperlukan aturan, termasuk jumlah hewan sembelihan, yakni kambing aqiqah. Ketentuan dan aturan aqiqah yang bisa diketahui bagi para pasangan muslim yakni, jika pasangan muslim memiliki anak atau bayi laki-laki, maka harus menyembelih 2 (dua) ekor kambing yang sama. Sedang bagi pasangan yang dikaruniai anak perempuan, maka cukup 1 (satu) ekor kambing saja  yang disembelih.

Menurut sebagian ulama, ini tentunya tidak bersifat mutlak. Ada yang berijtihad aqiqah sesuai dengan kemampuan. Ada hadist yang menyebutkan bahwa Nabi melaksanakan aqiqah untuk cucunya Hasan dan Husain, masing-masing dengan seekor kambing. Di dalam agama Islam selalu diberikan kemudahan bagi umatnya yang ingin beribadah dengan ikhlas. Begitulah nikmatnya Islam, dimana tidak memberatkan umatnya dalam melakukan ibadah.

Beragam Berita Terbaru © 2018 Frontier Theme